Mengapa Israel Takut dengan Penghafal Al Quran?

Kamis, 10 Juli 2014

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)

SEPERTI yang telah kita ketahui bersama bahwa perang antara Israel-Palestina (HAMAS) tidak akan ada hentinya entah sampai kapan. Israel  terus menerus melakukan pembantaian-pembantaian terhadap warga Palestina, entah dengan cara sadis ataupun menggunakan siasat licik yang lemah lembut.

Perlu diketahui bahwa dari sekian ribu jiwa korban keganasan perang Israel, 75% diantara mereka adalah anak-anak dan wanita. Berbagai alasan disampaikan oleh Israel mengenai korban tersebut, inilah, itulah bahkan sebagian besar alasannya sangat tidak masuk akal sama sekali dan terkesan mengada-ada. Lebih parahnya lagi Negara-negara dunia seakan tidak mampu menghentikan ini semua, termasuk negara-negara arab sendiri.

Banyak dari kita yang mempertanyakan kenapa Israel tega menghabisi nyawa anak-anak Palestina? Ada yang bilang memang tabiat Israel yang kejam dan biadab, ada juga yang bilang Israel takut akan pertumbuhan anak-anak Palestina. Karena anak-anak yang terlahir adalah generasi masa datang yang gemilang. Mungkin pendapat yang kedua ada benarnya dan masuk akal juga.

Berikut ini akan dijelaskan mengapa Israel menjadikan anak-anak Palestina sebagai target operasi mereka selain kelompok HAMAS tentunya.

Pada penyerangan Israel terhadap Palestina pada Desember 2008 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tahun 1429 H, pimpinan HAMAS Ismail Haniyah melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang telah hafal Al-Qur’an. Dan ternyata anak-anak yang sudah hafal 30 juz Al-Quran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.

“Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Al-Quran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” Demikian pemikiran yang berkembang di dalam pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Al-Quran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel, menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Al-Qur’an. Tidak ada main Play Station atau game bagi mereka.

Namun kondisi tersebut memacu mereka untuk menjadi para penghafal Al-Quran yang masih begitu belia. Dan pada saat itu, karena ketakutan Zionis Yahudi, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Itulah sebagian alasan mengapa HAMAS memberlakukan syarat-syarat yang amat berat untuk menjadi anggota mereka, diantaranya Hafidz Al-Qur’an dan tidak pernah meninggalkan shalat fardhu terutama shalat subuh.

Teringat sejarah emas tentang kejayaan Islam di masa kekhalifahan dahulu. Dan rahasia besar yang perlu dicatat dalam masa itu adalah umat Islam tidak pernah jauh dengan Al-Quran, tidak pernah melepaskan hadits Rasulullah saw menjadi pedoman. Seperti dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. pernah bersabda.

“Telah kutinggalkan untuk kalian dua hal. Jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya” (HR. Malik).

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk membina generasi penerus bangsa?

Belajarlah dari Palestina, walaupun mereka dikurung oleh penjajahan Zionis, nyawa mereka terancam setiap saat, setiap menit bahkan setiap detik, tapi itu semua tidak menyurutkan niat mereka untuk dekat dengan Sang Khalik dan mendalami lebih dalam dan lebih jauh tentang Agama Islam.

Israel memang unggul dalam segi jumlah pasukan dan perlengkapan tempur yang berteknologi paling tinggi. Tapi rakyat Palestina memiliki semangat juang yang tinggi, mereka berani mati demi kebebasan mereka, anak cucu mereka. Mendapat syahid dengan janji bertemu Rabb dengan leluasa tanpa tabir apapun. [hf/islampos/kazuki011.wp]

Kisah Salaf tentang NAFSU TERSEMBUNYI

Sabtu, 05 Juli 2014

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak.

••••••••••••••••••••••••●●●
Menuturkan lembaran episode hidupnya, Ahmad bin Miskin bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku berazam untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan jalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "berikan makanan ini kepada keluargamu."

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan siksa lapar. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan."

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan akalku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. "Ambillah, beri dia makan", kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah.

Dalam posisi seperti itu, tiba tiba Abu Nashr terbang kegirangan  mendatangiku.

"Hei, Abu Muhammad! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?", tanyanya.

"Subhanallah....!", jawabku kaget. "Dari mana datangnya?"

"Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta", ujarnya.
"Terus?", tanyaku keheranan.
"Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melajit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.

Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya."

Mengisahkan awal episode baru hidupnya, Ahmad bin Miskin berujar :

"Kalimat puji dan syukur kepada-Nya berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukurku, segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, dia terus bertambah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

••••••••••••••••••••••••●●●
Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran KOTA (kota tempat tinggal, pent), isinya hanyalah dosa-dosa dan hal hal yang menghinakan.  

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal. 

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu daun timbangan, sedangkan amal baikku di daun timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku.

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya, ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, "masihkah orang ini punya amal baik?"

"Masih", jawab seseorang. "Masih tersisa ini."

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa?
Aku berusaha melihatnya. Ternyata, itu HANYALAH  dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku.
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti  ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar benar tertipu habis habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekan.

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus turun. Hingga akhirnya aku mendengar seseorang berkata, "Orang ini telah selamat."
 
■■SELESAI■■

••••••••••••••••••••••••●●●
Adakah terselip dlm hati kita nafsu ingin dilihat hebat oleh org lain pada ibadah-ibadah kita?

Buang sekarang keinginan itu.. biarkan hanya untuk Allah saja. Karena segala sesuatu yang selain karena-Nya hanya tipuan kosong belaka.

Astaghfirullaahal 'Aadziim...

Juru Bicara ISIS Deklarasikan Penegakan Khilafah Islamiyyah

Minggu, 29 Juni 2014

Juru Bicara ISIS Deklarasikan Penegakan Khilafah Islamiyyah, Allahu Akbar!!

Shoutussalam – Juru Bicara Resmi Daulah Islam Iraq dan Syam, Syaikh Abu Muhammad al Adnaniy asy Syamiy melalui rilis rekaman audio resminya dengan judul “Inilah Janji Dari Allah”, hari Ahad (29/6/2014) mengumumkan pembentukan kembali Khilafah Islamiyyah. Allahu Akbar!
Syaikh al Adnaniy, mewakili Majelis Syuro Daulah Islam Iraq dan Syam menyatakan bahwa nama “Daulah Islam Iraq dan Syam” telah dihapus, dan diganti dengan nama “Daulah Islam”.

Majelis Syuro Daulah Islam Iraq dan Syam telah menimbang-nimbang dan mempelajari kembali banyak dalil Syar’i dari Kitabullah dan as Sunnah. Ditambah dengan semakin menguatnya kekuatan Daulah Islam, maka tidak ada lagi udzur bagi Daulah Islam untuk menunda-nunda pendirian Lkhilafah Islam.

Selain itu, Daulah Islam Iraq dan Syam telah memiliki kontrol atas sebagian besar wilayah di Suriah dan Iraq. Dilengkapi dengan struktur pemerintahan yang telah dibangun dan berjalan mengelola negara, semakin menguatkan kedudukannya sebagai sebuah negara independen.

“Daulah Islam tidak memiliki udzur syar’i yang menjadi hambatan atau alasan yang dapat membenarkan ia untuk menunda atau mengabaikan pendirian Khilafah, dan merupakan sebuah dosa jika Daulah Islam tidak melakukannya,” ujar Syaikh al Adnaniy.

“Daulah Islam diwakili oleh Ahlul Halli wal ‘Aqd, terdiri dari para tokoh senior, para pemimpin, dan Majelis Syuro’ memutuskan untuk mengumumkan kembali pendirian Khilafah Islam.”

Untuk itu, posisi Amirul Mukminin akan diberikan pada orang yang layak dari segi syar’i. Siapa lagi jika bukan sang Cucu Rosulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- dan bagian dari Ahlul Bait, dan keurunan Bangsa Qura’isy. Abu Bakar al Qurasiy Baghdadiy.

“Daulah Islam diwakili oleh Ahlul Halli wal ‘Aqd, terdiri dari para tokoh senior, para pemimpin, dan Majelis Syuro’ memutuskan untuk mengumumkan kembali pendirian Khilafah Islam, melantik seorang Khalifah untuk umat Islam, dan pemberian janji setia kepada Syaikh, mujahid, ulama robbani, seorang pria yang sholih, pemimpin, pahlawan, penggugagh semangat, keturunan dari keluarga nabi, hamba Allah, Ibrahim Ibn ‘Awwad Ibn Ibrahim Ibn ‘Ali Muhammad Ibn al Badri  Al Hasyimi al Husayni al Qurasyi, Samurra’i diambiol dari kota kelahirannya dan tempat ia mengambil ilmu, dan al Baghdadiy diambil dari nama kota tempat ia tinggal,” kata Syaikh al Adnaniy.

“Dan ia telah menerima bai’at. Oleh karena itu, dia adalah imam dan khalifah bagi setiap Muslim di manapun. Dan dengan ini, nama ‘Iraq dan Syam’ dalam nama daulah Islam sekarang dihapus dari semua pembahasan resmi dan komunikasi, dan nama resmi diubah menjadi ‘Daulah Islam’ dimulai dari sejak tanggal deklarasi ini!”

Pasca dirilisnya deklarasi Daulah dan Khilafah Islam ini, kota Raqqa di Suriah diramaikan oleh hiruk pikuk kegembiraan Mujahidin dan penduduknya.

Mereka rayakan bersama dengan menembakkan senapan mereka ke udara, sebagaimana laporan aktivis independen, Abdul Kadir al Hariri. Allahu Akbar!

“Khalifah Ibrahim ibn Awwad Abu Bakar al Baghdadiy -semoga Allah melindunginya- telah memenuhi semua syarat sebagai seorang khalifah yang disebutkan oleh para ulama. Dia diberi bai’at di Iraq oleh orang-orang dari otoritas di Daulah Islam sebagai penerus Abu Umar al Baghdadi –rahimahullah-. Wilayah kekuasaannya telah berkembang di daerah yang luas di Iraq dan Syam. Semua tanah itu sekarang tunduk di bawah perintah dan kekuasaannya terbentang dari Aleppo hingga Diyala. Maka bertaqwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah. Dengarkan sang khalifah danpatuhilah ia. Dukunglah Daulah kalian ini, yang akan tumbuh besar dari hari ke hari –dengan karunia Allah- dengan kehormatan dan kebesaran, sedangkan musuh akan semakin mundur dan menderita kekalahan.”

Kami tumpahkan darah kami hingga menjaid sungai yang menyirami benih-benih kemunculan Khilafah, menegakkan pondasinya dengan tulang belulang kami, dan meninggikan menaranya dengan jasad-jasad kami.

Kami bersabar bertahun-tahun lamanya hidup dibunuhi, dipenjarakan, tulang belulang kami patah dan anggota tubuh kami putus. Kami menenggak semua air minum kepahitan, memimpi-mimpikan datangnya hari ini. Lantas, apakah kami harus menunda-nunda pendirian Khilafah jika kami sudah sanggup untuk menegakkannya?

“Kami jelaskan kepada umat Islam bahwa dengan deklarasi Khilafah ini, menjadi kewajiban kalian semua wahai Umat Islam untuk memberikan sumpah setia (bai’at) kepada sang Khalifah Ibrahim dan mendukung dia -semoga Allah melindunginya-. Legalitas semua Imaroh, kelompok, negara, dan organisasi, menjadi nol oleh ekspansi kekuasaan Khilafah dan kedatangan pasukan kami ke daerah mereka.”

Pasca dirilisnya deklarasi Daulah dan Khilafah Islam ini, kota Raqqa di Suriah diramaikan oleh kegembiran Mujahidin dna penduduknya. Mereka rayakan bersama dengan menembakkan senapan mereka ke udara, sebagaimana laporan aktivis independen, Abdul Kadir al Hariri. Allahu Akbar! [arkan/dbs]

Malu dengan Ust. Furqon

Kamis, 26 Juni 2014

Beberapa hari yang lalu, saya malu sekali. Jam 12.30 sd 13.30 lihat acara THR (Taushiyah Berkah Ramadhan) di RCTI. Bersama ust. Yusuf Mansur.

Salah satu tamu yang diundang adalah Ust. Furqon.

-Beliau seorang yg buta. Tapi tiap hari tilawah Qur'an. Bahkan ikut program ODOJ.

-Beliau baca dgn al-Quran braile. Tiap hari 1 juz. Utk mendapatkan Quran tsb beliau harus beli 1,8 juta.

-Menurut beliau, org yg tidak tilawah tiap hari sama dgn org yg dzolim.

-Beliau sudah umroh, dengan cara mbayar umroh ke masjid. Sedekah. Niat utk umroh. Alhamdulilah dlm bbrp bulan ada hamba Allah yg memberangkatkan beliau dgn istri. Bahkan bisa dua kali ke Raudhoh.

-Istrinya hamil dan baru melahirkan setelah 12 tahun sabar menanti kehamilan.

-Beliau tiap hari jamaah ke masjid. Meski dgn dituntun.

-Beliau mengamalkan sedekah harian. Tiap subuh.  Niat mengawali hari dengan sedekah.

-Beliau rutin menafkahi ibunya. Dan menjadikan itu hal yg utama sebelum membayar kebutuhan yg lain. Berharap doa dan ridha Allah swt.

-Beliau fasih menghafalkan beberapa  hadits dan ayat quran.

-Beliau yakin dlm bbrp tahun kedepan akan bisa haji. Atas ijin Allah.

-Beliau menukil firman Allah swt.

(وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ)

(قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا)

(قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ)

[Surat Ta-Ha : 124-126]

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"

Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".

-Kata beliau: buta di dunia saja rasanya sdh tidak enak, apalagi buta di akhirat kelak.

-Kata beliau: Allah berfirman dlm hadits qudsi: barang siapa yg diuji dgn buta didunia dan ia bersabar, maka baginya surga.

----
Bagaimana dgn diri kita, dengan kesempurnaan mata. Kemudahan melangkah. Kemudahan membeli al-Quran.

Masihkah kita berat tilawah 1 hari 1 juz?

Masihkan berat utk melangkah berjamaah ke masjid?

Masihkah berhitung saat bersedekah?

Masihkah tidak yakin bisa haji dan umroh?.

Lapis-Lapis Keberkahan

Rabu, 25 Juni 2014

Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Allah berikan lapis-lapis keberkahan di dalamnya. Diantara keutamaan bulan istimewa ini adalah Allah berikan kepada ummat Muhammad saw. Sampai-sampai Musa as cemburu kepada ummat Muhammad atas ketetapan Allah ini. Ramadhan berasal dari kata Ramad yang artinya membakar dan terik. Dikisahkan Ramadhan pertama kali ditetapkan saat jazirah Arab mengalami puncak musim panas.

Bulan Ramadhan menjadi istimewa karena pada bulan itu Alqur’an diturunkan. Al-Qur’an diturunkan kepada Muhammad saat usianya 40 tahun. Pada malam itu Muhammad mengasingkan diri di Gua Hira. Beliau memikirkan kerusakan yang terjadi di negerinya. Bagaimana perzinaan, perjudian, penguburan anak perempuan hidup-hidup, perbudakkan, dan perbuatan keji dan munkar lainnya menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat Arab kala itu. Bahkan mereka membuat syariat-syariat baru dengan prasangka-prasangka mereka.

Sebelum menurunkan wahyu-Nya, tentu Allah telah memeriksa hati setiap manusia kala itu, dan Allah mendapati hati Muhammad lah yang paling jernih, sehingga Allah titipkan padanya amanah yang begitu besar, yaitu untuk menegakkan syariat Allah.

Sedemikian dalamnya Muhammad terlarut memikirkan nasib negerinya, dan dengan tiba-tiba datang utusan Allah dari langit yang mengatakan, “iqro”. Muhammad hanya diam. Muhammad adalah seorang yang ummiy, beliau  tak bisa membaca pun menulis. Karena masyarakat Arab saat itu menganggap bahwa kecerdasan seseorang diukur dari bagaimana ia menghafal dan menyusun syair secara spontan. Sehingga seseorang akan dikanggap kurang cerdas apabila ia menulis dan membaca.
Turunnya Al-Qur’an saat itu merupakan titik perubahan Islam.  Cahaya Allah itu turun melalui Jibril. Di Gua Hira dengan “iqro” sebagai kata pertamanya. Jibril memerintahkan Muhammad untuk membaca. Bukan membaca tulisan, namun membaca keadaan di sekitarnya. Membaca dan merenungi ciptaan-ciptaan Allah. Bagaimana rumitnya penciptaan manusia. Allah mengajarkan pelajaran yang tidak diketahui Muhammad dan manusia lain sebelumnya.

Saat itu Jibril mendekap Muhammad dengan sangat erat. Dekapan itu bukan hanya membuat Muhammad bergetar, tapi juga sesak nafas. Jiwa Muhammad seolah terguncang saat wahyu pertama turun padanya. Beliau tak menyangka sedikitpun akan menerima wahyu dari Allah. Berkali-kali Muhammad terjatuh saat berjalan pulang ke rumah saking gemetarnya. Kemudian beliau mengetuk-ngetuk pintu rumah Khadijah dan dalam gemetar beliau berkata, “Selimuti aku, selimuti aku.” Khadijah sebagai wanita yang cerdas dan agung hanya menuruti suaminya tanpa banyak bertanya. Ia sungguh mengetahui bahwa laki-laki berbeda dengan perempuan. Laki-laki hanya butuh ruang dan waktu untuk menyendiri ketika memiliki masalah. Sebaliknya, perempuan lebih memilih bercerita untuk membagi beban hingga ia merasa ringan karenanya.

Al-Qur’an adalah salah satu lapis keberkahan yang Allah titipkan di dalam Ramadhan. Al-Qur’an adalah kitab yang mengandung keberkahan dunia akhirat. Ia adalah penyembuh bagi setiap hati manusia yang berpikir. Ruh dan jasad adalah dua unsur pembentuk manusia.
Ruh berasal dari negeri akhirat, sehingga sebetulnya ia selalu meronta setiap hari untuk kembali ke kampung halamannya. Sedangkan jasad berasal dari tanah, dari bumi. Sehingga ia selalu merajuk kepada manusia untuk berlama-lama tinggal di bumi. Itulah sebabnya mengapa manusia senang mempercantik jasadnya, menjaga jasadnya dengan macam-macam kosmetik anti penuaan, anti keriput, dan sebagainya.

Ruh tidak butuh semua itu. Ruh ibarat perantau yang merindu. Dan kerinduannya hanya bisa diobati dengan media yang menghubungkannya dan mengingatkannya pada kampung halaman. Jika perantau saat ini membutuhkan skype atau jaringan telepon untuk berkomunikasi dengan keluarganya sehingga ternutrisi kembali semangat juangnya untuk segera kembali ke kampung halamannya, maka ruh butuh Al-qur’an sebagai penyangga semangatnya untuk terus berjuang menuju kampung akhirat.

Bacalah Al-Qur’an dan taddaburilah ia agar kita tahu langkah apa yang mendekatkan ruh kita pada sebaik-baik tempat berpulang. Ruh yang jauh dari Allah adalah ruh yang sakit. Ia tidak akan kuat menanggung beban-beban hidup.
Allah berfirman dalam Alqur’an bahwa sebaik-baik pekerjaan di malam hari bagi manusia yang penat setelah berlelah-lelah dan berpayah-payah di siang hari adalah berdiri dan membaca firmanNya dengan tartil, bersujud, dan bermesra dalam doa denganNya. Bukan tidur 8 jam, dan cuci kaki cuci tangan, minum susu sebelumnya. Dengan qiyamul lail, Allah akan sambung semangat dalam berjuang. Dengan qiyamul lail, Allah akan hapuskan semua kekhawatiran dan ketakutan yang merasuk dalam dada hamba-hambaNya.

Al-Qur’an adalah penyembuh hati manusia. Ia mengobati dengki, dendam, tamak, sombong, & sum’ah. Bagaimana seseorang bisa menyimpan dengki kalau ia menyimak firman Rabb nya yang Maha Agung dan menyadari betapa hina dan fakirnya ia di hadapan Rabb nya. Bagaimana seseorang akan menuruti hawa nafsunya sedang ia membaca firman Allah sang pemilik syurga.

“Ihdinaa shiraathal mustaqiim..” Sedikitnya 17 kali kita membaca firman Allah ini dalam sehari. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” Sedikitnya 17 kali kita melafalkan doa ini dalam sehari. Ketahuilah bahwa jalan yang lurus ini tidaklah mudah. Ia seringkali dapat berbentuk jalan yang terjal, berliku, dan curam.
Al-Qur’an mengandung banyak kisah yang mengandung banyak hikmah. Renungilah kisah Yusuf as dengan liku-liku kehidupannya. Bagaimana ia menjadi kesayangan sang ayah, kemudian didengki oleh saudara-saudaranya, dibuang ke sumur, ditemukan seseorang, dijual, dijadikan budak, lalu digoda oleh majikannya. Ia memilih di penjara, lalu kemudian dibebaskan, hingga ia diangkat menjadi menteri.

Renungilah kisah Yunus as, yang hampir berputus asa dalam dakwah. Renungi pula kisah kekayaan Sulaiman as, kisah ketabahan Ayyub as, kisah kegigihan dakwah Musa as. Allah berikan kepada kita hikmah/pengajaran dan petunjuk melalui kisah-kisah di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah furqon, yang dengannya kita bukan hanya dapat membedakan, tapi juga membantu menentukan mana yang haq, yang harus kita ambil dan mana yang batil yang harus kita jauhi.

Lapis keberkahan berikutnya yang terkandung dalam bulan Ramadhan adalah syariat shaum yang Allah tetapkan bagi hambaNya. Kaum Quraisy terdahulu terbiasa untuk berpuasa pada tanggal 13, 14, 15 di setiap bulannya, kita mengenalnya dengan shaum ayyamul bidh. Lalu Allah menurunkan syari’at untuk shaum di bulan Ramadhan dan disunnahkan untuk menyempurnakannya dengan shaum 6 hari di bulan Syawal. Sehingga dengan shaum tersebut Allaah janjikan pahala layaknya shaum sepanjang tahun.

Shaum adalah ibadah yang istimewa. Shaum adalah latihan mengupayakan terkabulnya doa. Sebab, salah satu faktor yang mengahalangi diijabahnya doa adalah makanan yang haram yang mengalir dalam darah kita. Oleh karenanya, shaum diharapkan dapat membentengi diri dan membuat kita lebih berhati-hati memberi asupan pada tubuh kita. Selain halal, makanan yang kita makan juga harus thoyyib/baik.
Hasrat untuk berdoa adalah karunia Allah. Kita boleh khawatir akan tidak diijabahnya doa. Tapi kita perlu lebih merasa khawatir ketika di dalam diri tak ada keinginan untuk berdoa. Ada indikasi sombong di dalam diri kita. Berdoa bukan hanya perkara meminta, sebab Allah tentu lebih tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. Berdoa adalah berbincang mesra kepada Allah. Menyandarkan diri atas semua ketetapanNya. Menghinakan diri, merasa diri tak berdaya di hadapanNya.

Jangan pernah merasa besar dengan keislaman kita. Jangan merasa paling berjasa dengan keberhasilan-keberhasilan dakwah kita. Sebab semua itu tidak dapat terjadi tanpa kehendakNya. Tiada daya dan upaya untuk melakukan ketaatan, menjauhi kemaksiatan kecuali dengan pertolonganNya.

Ketahuilah, karunia Allah atas akhirat lebih baik daripada karunia Allah atas kenikmatan dunia. Maka, berbahagialah orang yang amal sholehnya tidak di balas di dunia, karena bisa jadi amal sholehnya itu tak dapat terbayar dengan dunia dan isinya.

Sadarilah bahwa kebaikan-kebaikan yang datang pada kita bukanlah balasan amal sholeh, ia adalah ujian. Ayyub as selalu beramal sholeh, namun Allah karuniakan padanya sakit berkepanjangan dan kefakiran. Takaran keberhasilan amal sholeh adalah ketika dengan amal sholeh itu berhasil membentenginya dari perbuatan keji dan munkar.

Ditulis oleh: Ambar Septi Purwaninda
*Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan*
mignoninda
beautyofislam
Jun 23rd, 2014

Notulensi Kajian Tahrib Ramadhan: Lapis-Lapis Keberkahan o/ Ust Salim A. Fillah http://t.co/bPVhUAEO1N. Semoga bermanfaat..

Indahnya Akhlak Rasulullah

Selasa, 24 Juni 2014

Saudaraku...
Anda tentu tahu, siapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? Beliau adalah Nabi yg penuh dengan kasih sayang, utusan Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seluruh dakwah beliau adalah rahmat, kasih sayang dan kebaikan. Allah ta’ala berfirman,

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (QS. Ali Imron : 159)
 
Saudaraku...
Hisyam Muhammad Sa’id Barghisy dalam bukunya, “A’zham Insan arafathu al-Basyaririyyah, akhlaquhu wa kaifa Nuhibbuhu wa Nanshuruhu” mengatakan, “Di antara bukti kasih sayang beliau, adalah manakala seorang pemuda datang kepada beliau meminta izin utuk berzina, di mana diriwayatkan dari Abu Umamah -radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, "Seorang anak muda datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina".

Maka orang-orang mendekatinya dan menghardiknya, mereka berkata kepadanya, “Diam”. Maka nabi bersabda, "Mendekatlah.“ Anak muda itu mendekat , Nabi bertanya kepadaNya, “Apakah engkau suka hal itu terjadi pada ibumu? Sang pemuda menjawab, "Tidak demi Allah, wahai Rasulullah, aku rela Allah menjadikan diriku tebusan demi dirimu". Nabi bersabda, orang-orang pun tidak menginginkan itu terjadi pada ibu mereka”.
Kemudian beliau juga menyebutkan hal yg sama berkenaan dengan anak perempuan, saudari, dan bibi, maka semua itu dijawab dengan jawaban yg sama oleh pemuda tadi.

Lalu Nabi meletakkan tangan beliau di dadanya seraya berdoa,
 
اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ  
 
“Ya Allah, ampunilah dosanya, bersihkanlah hatinya dan jagalah kemaluannya”.
 
Maka setelah itu anak muda tersebut tidak menoleh kepada (keinginan itu, keinginan untuk berzina) sedikitpun". (HR. Ahmad. Dishahihkan oleh al-Albani)

JANGAN PERNAH BERHENTI ATAU MENYESAL MENJADI ORANG BAIK

Senin, 23 Juni 2014

Boleh jadi, saat engkau tidur terlelap, pintu langit sedang diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu; dari seorang fakir yang telah engkau tolong, atau dari orang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau dari seorang yang sedih yang telah engkau bahagiakan, atau dari seseorang yang berpapasan denganmu yang telah engkau berikan senyuman, atau dari seorang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangkan. Maka, janganlah sekali-kali meremehkan sebuah kebaikan.

[Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Miftah Daaris Sa'aadah]

Copyright @ 2013 Assaabiquun. Desain atas kerjasama Rizki Adriadi Ghiffari | Rizki Adriadi Ghiffari